HUT ke-8 Bawaslu Kabupaten/Kota, Momen Perkuat Pengawasan dan Partisipasi Masyarakat
|
TUBAN — Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-8 Bawaslu Kabupaten/Kota, Bawaslu Kabupaten Tuban meneguhkan kembali komitmennya untuk terus mengawal demokrasi dan menguatkan pengawasan di tingkat daerah. Delapan tahun perjalanan Bawaslu Kabupaten/Kota menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen dalam menjaga kualitas demokrasi yang berintegritas, partisipatif, dan berkeadilan.
Ketua Bawaslu Kabupaten Tuban, M. Arifin, M.Sos., mengatakan bahwa perjalanan delapan tahun Bawaslu Kabupaten/Kota menjadi bagian penting dalam penguatan kelembagaan pengawasan pemilu di daerah.
Menurutnya, keberadaan Bawaslu Kabupaten/Kota memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan dinamika demokrasi di tengah masyarakat.
“Delapan tahun Bawaslu Kabupaten/Kota merupakan perjalanan yang penuh dengan tantangan sekaligus pembelajaran. Di tingkat kabupaten/kota, kami bersentuhan langsung dengan masyarakat dan berbagai dinamika demokrasi yang terjadi di daerah. Karena itu, momentum ini menjadi pengingat bagi kami untuk terus memperkuat integritas, profesionalitas, dan kualitas pengawasan,” ujar M. Arifin, Sabtu (15/8/2026).
Ia menegaskan, tema “Mengawal Demokrasi, Menguatkan Pengawasan” tidak hanya menjadi slogan peringatan HUT, tetapi harus diwujudkan dalam pelaksanaan tugas pengawasan sehari-hari.
Pengawasan, kata dia, tidak cukup hanya dilakukan ketika tahapan pemilu berlangsung. Upaya pencegahan dan membangun kesadaran masyarakat untuk turut mengawasi proses demokrasi harus menjadi bagian dari kerja kelembagaan yang berkelanjutan.
“Mengawal demokrasi berarti memastikan hak-hak politik masyarakat tetap terlindungi. Sedangkan menguatkan pengawasan berarti bagaimana Bawaslu terus meningkatkan kapasitas kelembagaan, memperkuat pencegahan, dan membangun pengawasan yang semakin dekat dengan masyarakat,” jelasnya.
M. Arifin juga menekankan pentingnya pengawasan partisipatif. Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan proses demokrasi yang berkualitas.
Bawaslu Kabupaten Tuban, lanjutnya, terus mendorong masyarakat agar tidak hanya menjadi pemilih, tetapi juga mengambil peran dalam mengawasi setiap tahapan demokrasi.
“Pengawasan pemilu bukan hanya tanggung jawab Bawaslu. Demokrasi adalah milik masyarakat, sehingga masyarakat juga memiliki peran penting untuk ikut mengawasi. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat Tuban untuk bersama-sama menjaga proses demokrasi agar berjalan secara jujur, adil, transparan, dan berintegritas,” katanya.
Menurutnya, tantangan pengawasan di tingkat kabupaten/kota juga semakin berkembang. Selain persoalan yang terjadi secara langsung di lapangan, perkembangan teknologi dan media sosial menghadirkan tantangan baru, terutama terkait penyebaran informasi yang tidak benar, politik identitas, kampanye negatif, serta berbagai potensi pelanggaran di ruang digital.
Kondisi tersebut menuntut Bawaslu Kabupaten/Kota untuk terus beradaptasi dan meningkatkan kapasitas jajaran pengawas.
“Tantangan pengawasan ke depan tentu semakin kompleks. Karena itu, Bawaslu harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, termasuk dalam menghadapi dinamika di ruang digital. Pengawasan harus semakin inovatif, responsif, dan tetap berpegang teguh pada prinsip-prinsip integritas,” ungkap M. Arifin.
Ia berharap HUT ke-8 Bawaslu Kabupaten/Kota menjadi momentum untuk memperkuat semangat seluruh jajaran pengawas dalam menjalankan amanah kelembagaan.
“Delapan tahun bukan sekadar angka, tetapi sebuah perjalanan dan tanggung jawab untuk terus memperbaiki diri. Mari kita jadikan momentum ini sebagai energi untuk semakin kuat dalam melakukan pencegahan, semakin profesional dalam melakukan pengawasan, dan semakin dekat dengan masyarakat,” tuturnya.
M. Arifin menambahkan, Bawaslu Kabupaten Tuban akan terus membangun sinergi dengan berbagai pihak dalam mengawal demokrasi di daerah. Kolaborasi dengan pemerintah daerah, penyelenggara pemilu, peserta pemilu, aparat penegak hukum, media, organisasi masyarakat, akademisi, pemuda, serta seluruh elemen masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan ekosistem demokrasi yang sehat.
“Kami ingin demokrasi di Tuban tidak hanya berjalan secara prosedural, tetapi juga memiliki kualitas dan integritas. Mari bersama-sama mengawal demokrasi dan menguatkan pengawasan, karena demokrasi yang baik membutuhkan partisipasi dan pengawasan dari kita semua,” pungkasnya.
Bawaslu Kabupaten Tuban