Lompat ke isi utama

Berita

Cangkruan Demokrasi: Bukti Digital Jadi Senjata Baru Pengawasan Pemilu

Cangkruan Demokrasi Seri 17

Tuban – Keikutsertaan Bawaslu Kabupaten Tuban dalam Cangkruan Demokrasi seri ke-17 menghadirkan fokus baru terhadap penguatan bukti digital dalam kerja-kerja pengawasan. Tidak hanya soal inovasi, forum ini juga membuka ruang diskusi mengenai tantangan teknis dan kesiapan sumber daya pengawas pemilu di tingkat kabupaten/kota.

Dalam kegiatan yang digelar Senin, 17 November 2025 tersebut, Anggota Bawaslu Jawa Timur, Dwi Endah Prasetyowati, menekankan pentingnya manajemen foto dan video sebagai bagian dari pembuktian pelanggaran pemilu. Namun, bagi jajaran pengawas di daerah, termasuk Bawaslu Tuban, penguatan sistem dokumentasi bukan hanya soal teknologi, tetapi juga kemampuan teknis petugas serta kondisi lapangan yang sering kali tidak ideal.

Endah menuturkan bahwa Bawaslu Jatim saat ini tengah mengembangkan Rumah Data yang sebelumnya hanya memuat Form A pada Pemilu 2024. Inovasi ini diperluas pada Pilkada 2024 dengan menyimpan lebih banyak dokumen, dan kini diarahkan sebagai pusat penyimpanan foto serta video pengawasan.

“Foto dan video tidak sekadar bahan publikasi. Ia harus menjadi penguat dalam proses pengawasan, penanganan pelanggaran, hingga penyelesaian sengketa,” jelas Endah.

Bagi Bawaslu kabupaten/kota, termasuk Tuban, arahan tersebut menjadi dorongan sekaligus tantangan. Di banyak titik pengawasan, pengawas lapangan masih menghadapi kendala sinyal internet, keterbatasan perangkat dokumentasi, hingga kapasitas SDM dalam mengelola bukti digital secara sistematis.

Melalui forum Cangkruan Demokrasi, Bawaslu Tuban dan jajaran pengawas se-Jawa Timur diharapkan dapat merumuskan strategi praktis untuk menjawab tantangan tersebut. Endah menegaskan pentingnya lahir inovasi baru dari daerah, terutama dari divisi Humas dan Datin yang bersinggungan langsung dengan pengelolaan dokumentasi.

“Kami berharap kemampuan manajemen foto dan video bisa meningkat. Karena pada akhirnya, bukti digital ini menjadi alat bukti yang sangat penting. Dari forum ini, kami menunggu terobosan dari Bawaslu Kabupaten/Kota se-Jawa Timur,” pungkasnya.

Kehadiran Bawaslu Tuban dalam forum ini menjadi wujud komitmen memperkuat kapasitas internal, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi dinamika pengawasan yang semakin menuntut kecepatan dan ketepatan dokumentasi di era digital.

Penulis: Toifurrohim