Lompat ke isi utama

Berita

Jelang Pemilu 2024, Bawaslu Tuban Soroti Tantangan Penggunaan Aplikasi Sirekap dan Akses Internet di Desa

penjelasan aplikasi sirekap

tuban.bawaslu.go.id, Tuban - Menjelang Pemilu 2024, KPU Tuban terus menggencarkan pelatihan teknis pemungutan suara, termasuk melalui kegiatan Rapat Koordinasi dan Training of Trainers (TOT) dalam bimbingan teknis bagi Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang dilaksanakan pada 22-24 Januari 2024.

Ketua Bawaslu Tuban, M. Arifin, menyebutkan bahwa penggunaan aplikasi Sirekap sangat membantu dalam merekap hasil pemungutan suara.

"Untuk menjaga dan menjamin keamanan serta kepastian data, teknologi ini sangat membantu," ujarnya pada Rabu (24/1/2024).

Namun demikian, Arifin merasa bahwa penerapan aplikasi Sirekap di Pemilu 2024 masih belum sepenuhnya ideal.

"Menurut saya, penerapan aplikasi ini kurang tepat saat ini. Sebelumnya, tanpa aplikasi saja prosesnya tidak selesai-selesai, padahal hanya ada dua pasangan calon. Apalagi sekarang," ungkapnya.

Untuk meminimalkan risiko server down, Arifin menjelaskan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan KPU Tuban. Sebagai alternatif, rekap manual tetap menjadi opsi cadangan.

"Karena ini adalah sistem, kemungkinan besar server bisa mengalami gangguan akibat banyaknya akses. Namun, aplikasi ini hanya alat bantu dan tidak akan mengganggu proses rekapitulasi manual," tambahnya.

Selain itu, Arifin juga menyoroti tantangan akses internet di sejumlah desa di Kabupaten Tuban sebagai kendala dalam menggunakan aplikasi Sirekap. "TPS tidak hanya berada di kota. Tantangan utama adalah akses internet di wilayah perdesaan yang jauh dari pusat kota," Pungkasnya.